Selasa, 08 Mei 2012

Sejarah AS Roma




Sejarah Klub Sepakbola Italia, AS Roma, bermula pada tanggal 1 Januari 1927 ketika Italo Foschi menggabungkan 3 klub sepakbola di kota Roma. Ketiga klub tersebut yaitu Roman FC, SS Alba-Audace dan Fortitudo-Pro Roma SGS. Sedangkan SS Lazio tidak ikut bergabung dan menjadi rival utama AS Roma yang bernama lengkap Associazione Sportiva Roma SpA. Sesuai warna kostum kebesarannya, AS Roma mendapat julukan Il Giallorossi (kuning merah). Selain Il Giallorossi, AS Roma juga mendapat julukan Magica (Ajaib), dan I Lupi (serigala). Roma memiliki lagu kebesaran berjudul La Roma non si discute, si ama. Pendukungnya disebut romanisti.
Musim 2000-2001 Gabriel Omar Batistuta pindah dari Fiorentina dan memimpin kawan-kawannya meraih scudetto ketiga kalinya dibawah kepelatihan Fabio Capello. Selain Batistuta, Roma juga diperkuat oleh salah seorang pemain asal Jepang, Hidetoshi Nakata.
Hingga tahun 2007 AS Roma telah meraih scudetto 3 kali (1941-1942, 1982-1983 dan 2000-2001), Piala Italia 9 kali (1963-1964, 1968-1969, 1979-1980, 1980-1981, 1983-1984, 1985-1986, 1990-1991, 2006-2007, 2007-2008), Piala Super Italia 2 kali (2001 dan 2007), dan Piala UEFA satu kali (1960-1961).
Juli 2010 AS Roma resmi dijual pemiliknya, Rosella Sensi. Keluarga Sensi menjadi pemilik AS Roma lewat perusahaan Italpetroli. Il Giallorossi ditawarkan dengan harga 120 juta Euro.

KEPUASAN KERJA


Kepuasan kerja (Job satisfaction) adalah keadaan emosional yang dirasakan oleh pegawai dalam memandang pekerjaan mereka apakah menyenangkan atau tidak menyenangkan. Bila suatu pekerjaan dianggap menyenangkan ada dua kemungkinan yang dapat terjadi yakni pegawai tersebut bersikap lebih produktif/berprestasi atau bersikap jalan ditempat/stagnan.
          FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA
1.      FAKTOR SISTEM KOMPENSASI KERJA.
Kompensasi kerja adalah segala sesuatu yang diterima pegawai sebagai balas jasa untuk hasil kerja mereka. Kompensasi kerja merupakan bagian dari fungsi manajemen personalia yang paling sulit dan membingungkan karena bersifat sangat kompleks dan sangat berarti baik bagi pegawai maupun organisasi. Dalam rancangan sistem kompensasi harus didasarkan pada logika dan rasio yang dapat dipertahankan. Kompensasi penting bagi pegawai sebagai individu karena jumlahnya mencerminkan nilai karya mereka bila dihadapkan dengan sesama pegawai, keluarga, dan dalam masyarakat. Sedangkan kepentingan bagi organisasi, sistem kompensasi yang berlaku dapat mencerminkan upaya organisasi tersebut dalam mempertahankan sumber daya manusianya (caring & protecting), disamping merupakan komponen biaya yang paling besar dan strategis.

KOMPENSASI

A.     Pengertian Kompensasi
“Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka”.

             B.     Tujuan pemberian kompensasi pada dasarnya meliputi
1.      Menghargai prestasi kerja
2.      Menjamin keadilan
3.      Mempertahankan pegawai
4.      Memperoleh pegawai yang bermutu
5.      Pengendalian biaya
6.      Memenuhi peraturan-peraturan