A.
Pengertian
Kompensasi
“Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh
karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka”.
B. Tujuan pemberian
kompensasi pada dasarnya meliputi
1. Menghargai prestasi kerja
2. Menjamin keadilan
3. Mempertahankan pegawai
4. Memperoleh pegawai yang bermutu
5. Pengendalian biaya
C. Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Kompensasi
1. Suplai dan permintaan tenaga kerja
2. Organisasi karyawan
3. Produktivitas
4. Kesediaan untuk membayar
5. Kemampuan untuk membayar
6. Berbagai peraturan dan
perundang-undangan
Keadilan
dan kompensasi
Perusahaan
harus memperhatikan prinsip keadilan dalam penetapan kebijaksanaan
kompensasinya, bila seorang karyawan menerima kompensasi dari perusahaan,
persepsi keadilan di pengaruhi oleh dua factor
1.
Ratio Kompensasi dengan masukan – masukan ( inputs ) seseorang yang berupa
tenaga, pendidikan, pengalaman, latihan, daya tahan.
2.
Perbandingan ratio tersebut dengan ratio-ratio yang di terima orang – orang
lain dengan siapa kontak langsung selalu terjadi.
D. Proses kompensasi
Proses kompensasi adalah suatu jaringan berbagai sub proses
yang kompleks dengan maksud untuk memberikan balas jasa kepada karyawan bagi
pelaksanan pekerjaan dan untuk memotivasi mereka agar mencapai tingkat prestasi
kerja yang di inginkan.
E. Evaluasi pekerjaan
Evaluasi pekerjaan adalah perbandingan
pekerjaan-pekerjaan yang diklasifikasikan guna menentukan kompensasi yang
pantas bagi pekerjaan-pekerjaan tersebut, atau berbagai prosedur sistimatik
untuk menentukan nilai relatif pekerjaan beserta besarnya kompensasi masing-masing.
Metode – Metode Evaluasi
Pekerjaan
Sehubungan
dengan pemberian kompensasi, umumnya ada empat metode kerja evaluasi.. Empat
metode, yaitu:
1. Job peringkat (simple ranking)
Pekerjaan
evaluasi komite mereviev pekerjaan analisis informasi untuk setiap pekerjaan.
Setiap pekerjaan atau peringkat ditentukan secara subyektif berdasarkan tingkat
pada tingkat kepentingan relatif dibandingkan dengan pekerjaan lain. Kelemahan
dari metode ini adalah sangat mungkin bahwa unsur-unsur pekerjaan penting diabaikan,
sementara barang-barang tidak penting diberi bobot yang terlalu besar
2. Job grading
Job
grading atau metode pekerjaan klasifikasi adalah pekerjaan yang sedikit lebih
baik bubar peringkat. Kelemahan metode ini adalah bagaimana membedakan jika ini
tidak berhasil maka akan ada akurat tingkat upah yang tidak sesuai.
3. Perbandingan factor
Pembandingan
Metoda faktor (Factor metode perbandingan) sangat penting untuk sistem aplikasi
penilaian kinerja untuk orang-orang di pekerjaan evaluasi. Metode ini
mensyaratkan bahwa komite evaluasi pekerjaan komponen-komponen kerja kritis.
Komponen adalah faktor penting yang umum untuk semua pekerjaan yang saat ini sedang dievaluasi. Yang paling banyak digunakan, yaitu keterampilan, tanggung jawab, upaya mental, upaya phisik dan kondisi kerja.
Komponen adalah faktor penting yang umum untuk semua pekerjaan yang saat ini sedang dievaluasi. Yang paling banyak digunakan, yaitu keterampilan, tanggung jawab, upaya mental, upaya phisik dan kondisi kerja.
4. Titik system
Metode
sistem poin keempat, metode ini paling banyak digunakan dalam praktek. Selain
upah sebagai patokan, juga digunakan titik. Sistem ini memerlukan
langkah-Iangkah sebagai berikut:
1. Pilih dan menentukan faktor-faktor kritis
2. Menentukan tingkat berbagai factor
3. Mengalokasikan poJnt pada
subfaktor-subfaktor
4. Mengalokasikan titik di semua
tingkatan
5. Siapkan panduan penilaian
6. Terapkan sistem poin
Setelah total poin untuk setiap
pekerjaan diketahui, bekerja rangkingnya ditentukan. Sebagai tiga metode
peringkat metode relatif ditinjau oleh manajemen harus untuk memastikan
ketepatannya.
Tujuan dari evaluasi pekerjaan dan kompensasi adalah
sebagai berikut:
·
Untuk
menilai ulang semua hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi dan standarisasi
pekerjaan tersebut, sehingga dapat ditentukan kompensasi yang akan diberikan
nantinya.
·
Untuk
menentukan jenis pekerjaan dan karakter pekerjaan terhadap para pekerja yang
akan ditempatkan.
·
Untuk
merancang besaran anggaran atas kompensasi yang akan dikeluarkan, baik untuk
jenis pekerjaan tertentu atau penggajian dari semua lini struktur organisasi
tersebut.
F. System Insentif finansial
Yang
dimaksud dengan insentif adalah memberikan upah/gaji berdasarkan perbedaan
prestasi kerja sehingga bisa jadi dua orang yang memiliki jabatan sama akan
menerima upah yang berbeda, karena prestasinya berbeda, meskipun gaji
pokoknya/dasarnya sama. Perbedaan tersebut merupakan tambahan upah (bonus)
karena adanya kelebihan prestasi yang membedakan satu pegawai dengan yang lain.
G. Kompensasi pelengkap (Fringe
Benefit).
Kompensasi pelengkap merupakan salah
satu bentuk pemberian kompensasi berupa penyediaan paket benefit dan
program- program pelayanan karyawan, dengan maksud pokok untuk mempertahankan
keberadaan karyawan sebagai anggota organisasi dalam jangka panjang. Kalau upah
dan gaji merupakan kompensasi langsung karena sung berkaitan dengan prestasi
kerja, maka kompansasi pelengkap merupakan kompensasi tidak langsung berkaitan
dengan prestasi kerja.
Dengan perkataan lain kompensasi
pelengkap adalah upaya penciptaan kondisi dan lingkungan kerja yang
menyenangkan dan tidak secara langsung berkaitan dengan prestasi kerja. Saat
ini kompensasi pelengkap berkembang pesat terutama karena :
1. Perubahan sikap karyawan
2. Tuntutan serikat pakerja;
3. Persaingan yang memaksa perusahaan
untuk menyediakan benefit yang menarik dan menjaga karyawannya,
4. Persyaratan- persyaratan yang
ditetapkan pemerintah,
5. Tuntutan kenaikan biaya hidup.
Dengan
kata lain, jenis tunjangan dan pelayanan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Jaminan rasa aman karyawan (Employee Security) ,
2. Gaji dan upah yang dibayar pada saat karyawan tidak
bekerja (Pay for time not worked),
3. Bonus dan penghargaan ( Bonuses and Rewards ),
4. Program Pelayanan ( Survices Program ).
Beberapa
keuntungan atau manfaat yang didapat organisasi dengan pemberian kompensasi
pelengkap kepada karyawannya diantaranya adalah :
1.
penarikan
lebih efektif
2.
Peningkatan
semangat kerja dan kesetiaan,
3.
Penurunan
perputaran karyawan dan
absensi,
4.
Pengurangan
kelelahan,
5.
Pengurangan
pengaruh serikat buruh/ pekerja,
6.
Hubungan
masyarakat yang lebih baik,
7.
Pemuasan
kebutuhan- kebutuhan karyawan,
8.
Meminimalkan
biaya kerja lembur,
9.
Mengurangi
kemungkinan intervensi pemerintah.
H. Keamanan serta kesehatan karyawan
Pembinaan kesehatan karyawan atau
anggota organisasi merupakan suatu bentuk kompensasi nonfinansial yang sangat
penting dalam organisasi. Keadaan aman dan sehat seorang karyawan / anggota
organisasi tercermin dalam sikap individual dan aktivitas organisasi karyawan
yang bersangkutan.
Makin baik kondisi keamanan dan
kesehatan, makin positif sumbangan mereka bagi organisasi/perusahaan. Pada
umumnya, perusahaan memperhatikan masalah keamanan dan kesehatan karyawan
justru untuk memungkinkan terciptanya kondisi kerja yang lebih baik. Hal ini
penting sekali terutama bagi bagian-bagian organisasi yang memiliki resiko
kecelakaan tinggi.
Biasanya tanggung jawab pembinaan
keamanan dan kesehatan karyawan tersebut terletak pada manajer operasional
perusahaan atau organisasi yang bersangkutan, antara lain meliputi :
1. Pemeliharaan peraturan-peraturan keamanan.
2. Standar kesehatan serta pencatatan dan pelaporan
kecelakaan.
3. Pengaturan program-program kesehatan dan keamanan.
4. Pengaturan suhu udara dalam ruang kerja, ventilasi
dan keberhasilan lingkungan
5. Program-program latihan keamanan bagi karyawan.
6. Pengaturan-pengaturan
pencegahan kecelakaan kerja dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar